Pixel Code jatimnow.com

Mas Ipin Napak Tilas Gerilya Jenderal Sudirman: Isi Usia Muda dengan Hal Baik

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Bramanta Pamungkas
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin (Mas Ipin) saat melepas peserta napak tilas rute Jenderal Sudirman (Foto-foto: Dok. Dinas Kominfo Trenggalek)
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin (Mas Ipin) saat melepas peserta napak tilas rute Jenderal Sudirman (Foto-foto: Dok. Dinas Kominfo Trenggalek)

jatimnow.com - Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin (Mas Ipin) memberangkatkan peserta napak tilas rute gerilya Jenderal Sudirman, Rabu (28/12/2022).

Dalam momentum napak tilas ini, Mas Ipin mengajak seluruh masyarakat untuk mengisi masa muda dengan kegiatan yang baik.

Mas Ipin mengatakan, Kabupaten Trenggalek menjadi salah satu jalur atau rute perang gerilya yang digalakkan Jenderal Sudirman dalam mengusir penjajah.

Diharapkan napak tilas ini sebagai sarana refleksi generasi penerus bangsa, dan menghargai jerih payah para pendahulu dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

"Saya hanya bisa bahagia saat ini, karena bisa mengikuti napak tilas jejak gerilya Jenderal Sudirman," ujar Mas Ipin.

Jenderal Sudirman sendiri melakukan perang gerilya di usai yang masih sangat muda. Panglima besar ini diketahui lahir pada Tahun 1916 dan menjalankan strategi perang gerilya di Tahun 1949 saat berusia sekitar 33 tahun.

Baca juga:
Novita Terima Endorse Gratis Demi Kemajuan UMKM di Trenggalek

"Perang gerilya ini menandai kokoh bertahannya NKRI. Karena setelah kita memproklamirkan kemerdekaan di Tahun 1945 upaya asing untuk memecah belah Indonesia dan tidak melegitimasi kemerdekaan Indonesia masih terjadi," tutur Mas Ipin.

Menurut Mas Ipin, kalimat gerilya berasal dari bahasa Spanyol yang berarti perang-perang kecil. Dengan pasukan yang tidak dilengkapi persenjataan canggih, saat itu mereka mampu membuat kerugian yang sangat besar.

Baca juga:
Melihat dari Dekat Hunian Tetap Bagi Warga Terdampak Bencana di Trenggalek

Musuh merasakan kepayahan dan keletihan yang sangat luar dalam perang gerilya ini. Meskipun secara gerilya, perang kecil-kecil ini dapat memberikan dampak yang ditimbulkan cukup luar biasa.

"Lakukan gerilya di desa-desa kita. Muda kita belum tentu, namun tua kita sudah pasti. Maka dari itu kita manfaatkan usia muda ini dengan sebaik mungkin," pungkasnya.

Pisau Dapur Hilang, Nyawa Istri Melayang
News

Pisau Dapur Hilang, Nyawa Istri Melayang

jatimnow.com - Seorang wanita bernama Parsi (52) ditemukan tewas bersimbah darah di kamar rumah kontrakannya Jalan Simo Gunung Barat Tol Gang 2A,