Pixel Codejatimnow.com

Siswi SMK di Pasuruan Tewas Tersambar Kereta Api, Tulis Nama Ayah dan Kakak

Editor : Narendra Bakrie  Reporter : Moch Rois
Proses evakuasi jenazah korban (Foto: Polsek Sukorejo)
Proses evakuasi jenazah korban (Foto: Polsek Sukorejo)

jatimnow.com - Seorang siswi SMK tewas diduga menabrakkan diri ke Kereta Api (KA) Penataran yang melintas di Dusun/Desa Karangsono, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Kamis (12/1/2023).

Korban yang duduk di kelas 12 itu berinisial EWS (18), warga Dusun Genengan, Desa Glagahsari, Kecamatan Sukorejo. Dia diduga bunuh diri sekitar pukul 06.20 WIB.

"Korban meninggal di TKP setelah tertabrak Kereta Api Penataran," jelas Kapolsek Sukorejo, AKP Syafiudin.

Menurut Syafiudin, dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi di TKP, sekitar pukul 06.00 WIB, korban jalan-jalan pagi dari rumahnya ke arah Desa Karangsono, menyusuri rel kereta api tersebut.

Ketika kereta api rute Surabaya-Blitat itu melintas sekitar pukul 06.20 WIB, warga meneriaki korban. Namun korban tidak menghiraukan hingga tertabrak kereta tersebut dan tewas di lokasi.

Baca juga:
Jual Beras Murah, Siswa Tewas Tertabrak Kereta Api, Bulog Stop Distribusi

Setelah mendapat laporan warga, polisi dan petugas medis mengevakuasi tubuh dan barang korban.

"Dari lokasi kami juga menemukan kertas berisi catatan nomor handphone kakak dan ayah korban," ungkap Syafiudin.

Baca juga:
Pria Misterius Tewas di Belakang Hotel Bojonegoro, Diduga Tersambar Kereta Api

Dia menambahkan, dari keterangan keluarga, korban diduga mengalami depresi.

"Dugaan kami korban bunuh diri. Menurut keterangan dari pihak keluarga, korban diperkirakan mengalami depresi karena ditinggal ibunya meninggal dunia," pungkas Syafiudin.

Menapaki Setengah Abad, SIER Komitmen Maju Berkelanjutan
Ekonomi

Menapaki Setengah Abad, SIER Komitmen Maju Berkelanjutan

"Di usia 50 tahun ini, SIER terus berupaya meningkatkan kinerja dan relevansinya, transformasi dan digitalisasi proses bisnis menjadi pilihan untuk memperbaiki pelayanan bagi seluruh tenant SIER," kata Didik.