Pixel Code jatimnow.com

Bawaslu Tulungagung Soroti Hasil Tes Tulis PPS, KPU Akui Human Error

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Bramanta Pamungkas
Ketua Bawaslu Tulungagung, Fayakun. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Ketua Bawaslu Tulungagung, Fayakun. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tulungagung melakukan kajian pengawasan terkait hasil seleksi Petugas Pemungutan Suara (PPS) yang dilakukan oleh KPU setempat.

Bawaslu Tulungagung menemukan kejanggalan dalam pengumuman tersebut. Terdapat sejumlah nama yang tidak mengikuti pelaksanaan tes tulis, namun dinyatakan lulus. Pihak KPU pun telah melakukan revisi terhadap pengumuman kelulusan dalam tes tulis PPS ini.

Ketua Bawaslu Tulungagung, Fayakun mengatakan, berdasarkan pemantauan tim pengawas pemilu (Panwaslu) tingkat kecamatan, mendapati beberapa nama calon PPS yang tidak mengikuti tes tulis pada Senin, 9 Januari 2023 lalu, tapi dinyatakan lolos seleksi oleh KPU setempat.

Temuan ini terjadi di 3 wilayah kecamatan, yakni Rejotangan, Tanggunggunung dan Kalidawir.

"Hal itu diketahui setelah tim kami mendapati hasil seleksi tulis PPS yang dipublikasi melalui web resmi KPU," ujarnya, Selasa (17/1/2022).

Bawaslu Tulungagung melakukan kajian atas temuan tersebut. Terdapat lima nama yang tidak hadir dalam pelaksanaan tes tulis namun dinyatakan lulus.

Baca juga:
Mengunjungi Goa Tan Tiek Sioe Tulungagung, Pertapaan di Lereng Gunung Wilis

Kajian ini dilakukan untuk memastikan apakah ada pelanggaran. Mereka akan memanggil KPU Tulungagung serta nama yang tercatut dalam hasil seleksi tes tulis PPS untuk dilakukan konfirmasi.

"Kami akan melakukan kajian pengawasan, untuk memenuhi persyaratan meteril dan formil, atas dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh KPU Tulungagung," paparnya.

Sementara itu, Ketua KPU Tulungagung, Susanah mengakui kekeliruan ini. Pihak KPU langsung mengeluarkan revisi terkait pengumuman kelulusan tes tulis calon PPS. Menurutnya kekeliruan ini murni karena kesalahan dalam proses input data.

Baca juga:
Pemuda Lamongan Diringkus Polisi saat Nongkrong di Tulungagung, Lho?

"Memang kami mengakui ada kesalahan dalam proses input data. Itu semata-mata karena human eror," pungkasnya.