Pixel Codejatimnow.com

Warga Tulungagung Jemur Baju di Jaringan Listrik, Komentar PLN Tegas!

Editor : Rochman Arief  Reporter : Bramanta Pamungkas
Warga Tulungagung menjemu baju di kabel listrik yang bisa membahayakan orang lain. (foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Warga Tulungagung menjemu baju di kabel listrik yang bisa membahayakan orang lain. (foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Warga Desa Beji, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung melakukan aksi nekat. Diketahui jika Warga tersebut menjemur baju di kabel listrik milik PLN.

Sementara kabel tersebut bermuatan listrik ini bisa membahayakan diri sendiri atau orang lain. Kabel listrik di lokasi itu sengaja diikatkan satu sama lain, dengan menambahkan kaleng di beberapa titik untuk membatasi jarak antar-pakaian untuk memudahkan saat menjemur.

Manajer ULP PLN Rayon Tulungagung, Resma Dwida Pantri mengatakan, pihaknya telah menerima laporan terkait aksi menjemur pakaian di kabel listrik. Informasi itu sudah disampaikan kepada tim Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) PLN.

Namun sejauh ini belum bisa langsung ditangani, karena di saat bersamaan masih ada laporan gangguan listrik di lokasi lain.

"Sudah saya sampaikan ke tim kami di lapangan. Kalau sudah longgar, tim akan merapat ke lokasi, karena saat ada laporan gangguan jaringan di wilayah lain," ujarnya, Senin (06/05/2023).

Menurutnya kabel yang digunakan untuk menjemur pakaian ini memiliki tegangan rendah, yakni 220 Volt. Meskipun begitu aksi menjemur pakaian ini tetap tidak boleh dilakukan.

Baca juga:
Popsivo Polwan Juara Putaran Pertama PLN Mobile Proliga 2024

Karena hal tersebut dapat membahayakan dan menyebabkan gangguan listrik. Tim K3 akan melakukan pembinaan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya melakukan kegiatan seperti apapun di sekitar jaringan, termasuk menjemur baju di jaringan listrik.

"Memang itu kabel tegangan rendah, cuma 220. Tapi tetap saja itu tidak boleh, karena berbahaya," tuturnya.

Berdasarkan data dari PLN Tulungagung, gangguan saluran listrik untuk residensial dalam tiga bulan terakhir sebagian besar disebabkan oleh keberadaan pohon di sekitar jaringan.

Baca juga:
PLN NP Raih Penghargaan Kementerian Kelautan dan Perikanan Gegara Bisnis Ini

Daun dan ranting pohon yang tumbuh di sekitar jaringan listrik bisa menyebabkan gangguan hingga pemadaman listrik yang disalurkan ke rumah pelanggan.

"Kalau awal tahun ini bukan layang-layang, tapi pohon. Untuk jumlah gangguannya sampai puluhan, makanya kita juga melakukan pemangkasan dan merapikan ranting, terutama di sekitar jaringan listrik milik PLN," pungkasnya.