Pixel Codejatimnow.com

Peringatan Hardiknas di Jombang, Puluhan Peserta Upacara Pingsan Kepanasan

Editor : Zaki Zubaidi  Reporter : Elok Aprianto
Sejumlah ASN dan pelajar yang jatuh pingsan saat mengikuti upacara Hardiknas. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Sejumlah ASN dan pelajar yang jatuh pingsan saat mengikuti upacara Hardiknas. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang menggelar upacara di alun-alun, pada Selasa (2/5/2023) pagi, memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Upacara yang awalnya berjalan khidmat itu, tiba-tiba berubah suasana, lantaran puluhan peserta upacara mendadak pingsan. Mereka pun segera dilarikan ke tenda perawatan.

Sedikitnya ada 30 orang peserta upacara, baik dari kalangan aparatur sipil negara (ASN) dan para pelajar yang ditandu usai tumbang pada saat mengikuti upacara.

Tak hanya itu, lantaran cuaca yang cukup terik, membuat sejumlah peserta upacara Hardiknas lebih memilih bubar, tanpa komando. Ini dilakukan peserta upacara dari pada pingsan dan ditandu ke tenda medis.

Tri Wahyudi, Tim P3K dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang menjelaskan, banyaknya peserta upacara yang jatuh pingsan dikarenakan beberapa hal, mulai dari faktor cuaca dan kondisi fisik masing-masing peserta yang kurang fit.

"Karena faktor kondisi ya mas ya. Faktor kondisi tubuhnya juga faktor kondisi alam," ungkapnya.

Baca juga:
Polemik di Internal Universitas Islam Lamongan Makin Meruncing

Ia mengatakan para pelajar yang jatuh pingsan kebanyakan fisiknya yang tidak kuat. Dikarenakan mereka melakukan persiapan sejak pagi hari. Untuk menggunakan baju adat, sehingga lupa untuk sarapan pagi.

"Ya khususnya yang pelajar persiapan pagi, habis subuh sudah berdandan menggunakan baju adat. Dan gak sarapan. Dan ditunjang dengan cuaca yang sangat panas gini," paparnya.

"Ada sekitar 30 sampai 40 orang (yang pingsan). Dari kalangan anak didik (pelajar), dari kalangan ASN, seperti guru, dari catatan sipil (Dispendukcapil) juga banyak yang pingsan," lanjut dia.

Baca juga:
Singgung Bahaya Demoralisasi, Mas Dhito Imbau Guru Awasi Penggunaan Gadget Siswa

Kondisi ini membuat sejumlah petugas P3K di lapangan, memberikan penanganan medis.

"Kita lakukan perawatan dan kita lepaskan baju yang ikatannya ketat, kita longgarkan. Kancing baju yang rapat kita longgarkan agar jalan nafas bisa lancar, selanjutnya kita kasi aroma terapi," pungkasnya.