Pixel Codejatimnow.com

8 Nelayan Prigi Trenggalek Hilang di Perairan Gayaman Blitar

Editor : Endang Pergiwati  Reporter : Bramanta Pamungkas
Petugas memantau di lokasi kejadian. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Petugas memantau di lokasi kejadian. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sebanyak 8 nelayan asal Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek dinyatakan hilang setelah perahu yang digunakan mengalami kecelakaan di Pantai Gayaman, Blitar.

Tim SAR gabungan hingga saat ini masih terus melakukan upaya pencarian terhadap para korban. Diduga akibat cuaca buruk, KM Mandala mengalami kandas terhempas ombak. Belasan nelayan diketahui berhasil selamat dalam peristiwa ini.

Koordinator Pos Basarnas Trenggalek, Yoni Fariza mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima, total terdapat 23 nelayan asal Pantai Prigi yang mencari ikan menggunakan KM Mandala.

Saat itu mereka tengah mencari ikan di perairan Pantai Gayaman Blitar, mendadak terjadi gelombang tinggi.

"Kejadian kemarin malam, kondisi cuaca buruk dan berkabut membuat jarak pandang menjadi terbatas," ujarnya, Kamis (07/09/2023).

Sebenarnya KM Mandala yang ditumpangi oleh puluhan nelayan Prigi itu hendak pulang dengan menyusuri tepian. Namun akhirnya kapal mereka kandas karena terhempas ombak.

Baca juga:
1 Nelayan Ditemukan Meninggal Dunia, usai Hilang Selama 2 Hari

Sebanyak 15 nelayan berhasil selamat dalam persitiwa tersebut, sedangkan 8 sisanya masih dalam proses pencarian.

"Dari Basarnas sudah menerjunkan satu tim ke Blitar. Kemudian himpunan nelayan Prigi juga ke lokasi untuk membantu proses pencarian," tuturnya.

Posko pencarian dibuka di dua tempat, yakni posko informasi yang berada di Mako Polairud Prigi Trenggalek. Sentra pos lapangan yang berada di Pos Kamladu Tambakrejo Blitar.

Baca juga:
Kapal Ikan Terbalik di Pamekasan karena Cuaca Buruk, 2 Nelayan Hilang

Proses pencarian juga melibatkan sejumlah instansi seperi kepolisian dan TNI. Hingga saat ini proses pencarian masih berlangsung.

"Untuk pos pencarian ada dua. Yakni di Trenggalek dan Blitar," pungkasnya.