Pixel Codejatimnow.com

Mencicipi Kelezatan Lontong Cecek dan Kupang Khas Sidoarjo di Pasuruan

Editor : Zaki Zubaidi  Reporter : Ahaddiini HM
Sugito melayani pelanggan kuliner lontong cecek dan kupang. (Foto: Ahaddiini HM for jatimnow.com)
Sugito melayani pelanggan kuliner lontong cecek dan kupang. (Foto: Ahaddiini HM for jatimnow.com)

jatimnow.com - Di Pasuruan ada kuliner khas Sidoarjo yang legendaris, yaitu lontong cecek (kulit sapi) dan kupang. Selama 29 tahun makanan ini disajikan adalah Sugito (54), warga Kebonsari, Candi RT 4 RW 3 Candi Sidoarjo.

Ya, Sugito rela menempuh perjalanan 22 kilometer setiap hari dari tempat tinggalnya di Sidoarjo ke Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan.

Ia pun menceritakan pengalamannya selama berjualan lontong kikil dan kupang.

"Setiap hari pulang pergi Sidoarjo-Pandaan Pasuruan naik motor. Alhamdulillah 29 tahun berjualan lontong kikil dan kupang bisa sekolahkan 3 anak sampai lulus sekolah. Istri saya ibu rumah tangga. Bisa sampai punya 2 mobil, rumah tingkat dari jualan ini," tutur Sugito, Minggu malam (10/9/2023).

Ia juga menyampaikan alasan mengapa menjadikan wilayah kecamatan Pandaan sebagai tempatnya berjualan.

Baca juga:
Lezatnya Sate Komo Prambon Sidoarjo, Disantap dengan Sup Sayur Tetelan

"Di Pandaan Pasuruan ini masih sedikit yang jualan lontong cecek sama kupang, bisa dihitung. Tujuan saya jualan di sini ya karena saya orang asli Sidoarjo, pastinya pingin kenalkan makanan khas Sidoarjo ini di tempat lain, apalagi di sini banyak tempat wisata," ujarnya.

Dalam sehari Sugito mampu memasak masing-masing 13 Kg cecek dan kupang. Dijual dengan harga Rp10 ribu per porsi. Isinya terdiri dari potongan lontong, cecek ataupun kupang dengan kremesan singkong parut kering.

"Omzet sehari-hari Rp700 ribu, beda kalau jualan pas ada acara kayak mantenan, wayangan atau tanggapan bisa sampai Rp1,5 juta. Kalau undangan biasanya sistem prasmanan sampai Rp2 juta," pungkasnya.

Baca juga:
Beberkan Kasus Penculikan Aktivis hingga Budidaya Rumput Laut

Sugito yang biasa berjualan dari pukul 17.00-22.00 WIB di area pabrik Gudang Garam Pandaan ini berpesan kepada pelaku usaha terutama anak muda.

"Harapan saya, untuk penjual terutama anak muda zaman sekarang jangan gengsi sama usaha sendiri, harus percaya diri, semangat terus pasti ada hasilnya," tutupnya.