Pixel Codejatimnow.com

Diduga Malpraktik SKH, Tumit Bayi di Sumenep Menghitam Lalu Meninggal

Editor : Endang Pergiwati  Reporter : Fathor Rahman
Ilustrasi bayi. (Fathor Rahman/jatimnow.com)
Ilustrasi bayi. (Fathor Rahman/jatimnow.com)

jatimnow.com - Seorang bayi perempuan dari pasangan Aziz dan Rumnaini asal Dusun Mojung, Desa Tamidung, Kecamatan Batang-Batang meninggal dunia setelah pihak Puskesmas Batang-batang mengambil sampel darah pada bagian tumit bayi, sehari sebelumnya.

Aziz mengatakan, semula anaknya lahir dengan kondisi sehat. Setelah menjalani serangkaian penanganan pasca dilahirkan, istri dan anaknya tersebut dibawa pulang.

"Karena kondisi keduanya sehat maka dibawa pulang. Lalu kami diminta kembali lagi dua hari kemudian tepatnya tanggal 18 kemarin," ujarnya, Rabu (22/11).

Ia mengatakan, saat dibawa ke puskesmas untuk dilakukan tindakan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) dengan mengambil sampel di bagian tumit itu, putrinya masih sehat.

"Setelah itu masih sehat. Setelah diambil sampelnya, kami kembali pulang," tambahnya.

Namun setelah tiba di rumah pada Sabtu (18/11) malam, putrinya itu mengalami demam. Bahkan kondisi terus memburuk hingga keesokan harinya. Kondisi bayi demam disertai sesak nafas.

"Anak saya terus menangis dan selalu mengangkat kakinya. Saya lihat itu tumitnya menghitam yang bekas pengambilan sampel darah," imbuhnya.

"Karena sesak kami bawa kembali ke puskesmas dan petugas di sana menangani. Tapi sampai Senin subuh (20/11) kondisinya tidak membaik, akhirnya dirujuk ke RSI Garam Kalianget," ungkapnya.

Baca juga:
Caleg Jadi Tren Pasien Depresi, Puskesmas Taman Sidoarjo Siap Tampung

Setibanya di rumah sakit tersebut, petugas menyarankan agar bayi berumur 5 hari itu dirujuk ke RS Moh Zyn Sampang. Sebab, di RSI Garam Kalianget tidak memiliki alat yang lengkap.

"Saat dalam perjalanan itu, bayi kami meninggal dunia. Belum tiba di rumah sakit rujukan, kami putar balik untuk pulang," tuturnya.

Akibat kejadian itu, ia menduga ada kesalahan prosedur yang dilakukan pihak puskesmas saat pengambilan sampel darah terhadap putrinya itu.

"Kondisi putri kami memburuk setelah dari pihak puskesmas mengambil sampel darah di tumit," ujarnya.

Baca juga:
Kue Natal, Bergerak Lewat Lukisan, 3 Puskemas di Sidoarjo

Sementara itu, Kepala Puskesmas Batang-Batang Fatimatul Insaniyah mengaku petugas sudah melaksanakan tindakan SHK sesuai prosedur.

Ia juga mengatakan, berdasarkan diagnosa dari pihak RSI Garam Kalianget, bayi tersebut mengalami Pneumonia yang menyebabkan sesak nafas dan berakibat fatal.

"Petugas kami melakukan tindakan sudah sesuai prosedur. Berdasarkan keterangan dari RSI Garam Kalianget, bayi mengalami sesak napas. Diagnosisnya mengalami pneumonia," pungkasnya.