Pixel Codejatimnow.com

Awal Tahun 2024, Cabai Rawit di Lamongan Masih Rp75 Ribu per Kg

Editor : Endang Pergiwati  Reporter : Adyad Ammy Iffansah
Cabai rawit dagangan salah satu penjual di Pasar Sidoharjo, Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Cabai rawit dagangan salah satu penjual di Pasar Sidoharjo, Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Harga komoditas pangan atau kebutuhan pokok di Kabupaten Lamongan terpantau naik pada awal tahun baru 2024. Sejumlah bahan pangan tersebut, yakni beras, cabai, sayur kubis dan wortel.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lamongan, Anang Taufik memaparkan, bila cabai menjadi komoditas dengan kenaikan harga paling signifikan, yakni Rp5 ribu dengan harga menyentuh Rp75 ribu per kilogram dari yang awal Rp70 ribu.

"Beberapa hari terpantau cabai rawit naik Rp5 ribu, diikuti sejumlah sayur mayur, meskipun tak sesignifikan cabai," ungkap Anang, Selasa (2/1/2023).

Demikian pula dengan harga beras kualitas medium yang juga mengalami kenaikan dari semula seharga Rp12 ribu per kilogram menjadi Rp12.500 atau naik Rp500.

Baca juga:
Pedagang Resah, Harga Cabai Rawit di Lamongan Kian Pedas

"Untuk harga beras kualitas premium masih tetap di harga Rp14 ribu per kilogram, demikian pula dengan harga beras kualitas medium dari Bulog masih tetap di harga Rp10.900," ujarnya.

Komoditas lain yang mengalami kenaikan harga adalah sayuran. Kubis saat ini terpantau di harga Rp9.500 per kilogram atau naik Rp500 dari harga minggu lalu yang sebesar Rp9 ribu. Wortel yang minggu lalu dijual seharga Rp12 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp13 ribu per kilogram.

Baca juga:
Turunkan Stunting, DKP Bangkalan Gelar Pangan Murah

Anang menegaskan, semua stok pangan di Lamongan saat ini masih aman dan kalaupun ada kenaikan karena memang pasokan dari petani yang terkendala cuaca buruk.

"Stok beras dan juga stok cabai masih mencukupi. Kami bekerjasama sama dengan stakeholder yang ada juga akan menggelar operasi pasar beras," pungkasnya.