Pixel Codejatimnow.com

Cabai Pengaruhi Inflasi, Pj Wali Kota Batu Sosialisasikan Kemandirian Pangan

Editor : Endang Pergiwati  Reporter : Gerhana
Gerakan tanam cabai bersama di Pondok Labu, Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. (Foto : Prokopim Pemkot Batu/jatimnow.com)
Gerakan tanam cabai bersama di Pondok Labu, Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. (Foto : Prokopim Pemkot Batu/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai menyebut, bahwa cabai menjadi komoditas yang paling menonjol saat inflasi. Pemkot Batu mendorong masyarakat untuk melakukan kemandirian pangan.

"Masyarakat harus terus bergerak bersama untuk mengatasi inflasi dengan menanam komoditas lain seperti bawang, telur, dan ayam secara bersama-sama," kata Aries, Senin (3/6/2024).

Dalam waktu dekat, Pemkot Batu juga akan membagikan pupuk kepada para petani untuk meningkatkan kesejahteraan. Selain itu, juga untuk sekaligus menstabilkan harga di pasaran.

Sebelumnya, beberapa waktu lalu, dikatakannya, bahwa Forkopimda Kota Batu, beserta jajaran OPD Pemerintah Kota Batu, melaksanakan gerakan tanam cabai bersama di Pondok Labu, Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, pada Jumat (31/5/2024).

Kegiatan itu juga melibatkan Tim TPID, Bank Jatim, Gapoktan se Kota Batu, serta kelompok wanita tani (KWT), yang menanam 20.000 bibit cabai dan tersebar di tiga kecamatan. Diperkirakan, nantinya hasil panen dari cabai yang ditanam mencapai 1.800 kilogram dalam 30-90 hari ke depan.

Menurutnya, dengan mencukupi kebutuhan masyarakat dengan stok yang aman, maka bisa menekan kenaikan di daerah.

Dikatakannya, cabai menjadi komoditas yang sangat krusial saat inflasi, karena jika kita tidak mampu memenuhi kebutuhan pasar, maka harga cabai akan melonjak.

Baca juga:
Harga Kebutuhan Pokok di Lamongan Tak Terkendali di Minggu Pertama Ramadan

"Dengan adanya stok yang mencukupi, kita dapat menekan inflasi. Bahkan, kita bisa mensubsidi daerah lain saat kebutuhan cabai tinggi, terutama saat liburan," katanya.

Dalam kegiatan itu juga diberikan bibit pohon cabai kepada petani untuk ditanam di lokasi yang telah ditentukan.

Upaya gerakan pangan mandiri merupakan tindakan kolaboratif dan inovatif dari Pemkot Batu untuk menjaga stabilitas ekonomi.

Baca juga:
Awal Tahun 2024, Cabai Rawit di Lamongan Masih Rp75 Ribu per Kg

Aries juga berharap, masyarakat secara luas bisa bersama-sama menanam cabe atau tanaman penyumbang inflasi yang lain seperti bawang, secara bersama-sama.

"Semoga gerakan yang ada menjadi ikhtiar bersama, dan Kota Batu tetap aman dan terkendali untuk inflasi, serta daya beli masyarakat," katanya.