Pixel Codejatimnow.com

SIG Tanam 503 Ribu Pohon di Lahan Pascatambang Pabrik Tuban

Editor : Arina Pramudita  
Proses revegetasi lahan pascatambang dengan sistem alur di SIG Pabrik Tuban. Teknik ini dilakukan dengan membuat lubang berbentuk alur memanjang seperti parit dengan dimensi tertentu sebagai media tanam, sehingga lebih efektif dan efisien. (Foto: SIG for
Proses revegetasi lahan pascatambang dengan sistem alur di SIG Pabrik Tuban. Teknik ini dilakukan dengan membuat lubang berbentuk alur memanjang seperti parit dengan dimensi tertentu sebagai media tanam, sehingga lebih efektif dan efisien. (Foto: SIG for

jatimnow.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mempertahankan komitmen terhadap kelestarian lingkungan dengan memulihkan lahan pascatambang.

Di pabrik Tuban, misalnya, hingga tahun 2023, SIG telah melakukan reklamasi seluas 238,64 hektare dengan penanaman 503.466 pohon (revegetasi).

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, revegetasi lahan pascatambang merupakan
upaya SIG dalam memulihkan fungsi lahan dan meningkatkan kemanfaatannya secara berkelanjutan.

Selain itu, upaya ini juga ditujukan untuk melindungi keanekaragaman hayati di area sekitar Pabrik Tuban. Saat ini terdapat lebih dari 10 jenis pohon yang telah ditanam di lahan pascatambang SIG Pabrik Tuban, di antaranya pohon jati, klampis, trembesi, johar, flamboyan, kayu putih, mahoni, sengon buto, jeruk, nyamplung, beringin, hingga sawo kecik.

”Pemilihan jenis pohon yang ditanam di lahan pascatambang SIG Pabrik Tuban juga dilakukan
berdasarkan kemanfaatannya, seperti pohon trembesi, mahoni, beringin dan jati yang memiliki
kemampuan menyerap emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang baik,” kata Vita Mahreyni, Kamis (21/3/2024).

Di lahan tersebut, SIG Pabrik Tuban juga memiliki arboretum Bukit Daun yang menyimpan koleksi sejumlah tanaman langka, seperti agathis dammara (damar), eusyderoxylon zwageri (ulin), aquilaria malaccensis (gaharu), phoenix dactylifaera (kurma) dan limonia acidissima
(kawista).

Bahkan, kawasan yang menjadi sarana wisata edukasi dan fasilitas riset dan penelitian ini, juga menjadi habitat bagi keragaman avifauna, seperti prenjak padi, terkukur, cucak kutilang, cipoh kacat dan takur ungkut-ungkut.

Baca juga:
SIG Resmikan Batching Plant di Subang Jabar, Perluas Pasar Beton Siap Pakai

Lebih dari itu, SIG Pabrik Tuban juga melakukan terobosan inovatif dalam pengelolaan lahan pascatambang dengan membangun kawasan Ecopark Kambangsemi sebagai sarana pemberdayaan masyarakat.

Adapun program pemberdayaan yang dilaksanakan, mulai dari perkebunan pisang cavendish, perkebunan dan penyulingan kayu putih, area green house, area peternakan (lele, ayam petelur dan kambing), keramba apung ikan nila, Bale Kriya (workshop paving stone, pot, bata interlock), hingga camping ground.

Menurut Vita Mahreyni, Ecopark Kambangsemi merupakan inovasi lingkungan dan sosial yang sejalan dengan semangat keberlanjutan SIG sebagaimana telah diatur dalam SIG Sustainability Roadmap 2030.

Baca juga:
Proyek Pembangunan IKN Nusantara Dorong Pertumbuhan Penjualan SIG

Inovasi ini diharapkan dapat menjaga keselarasan antara proses bisnis Perusahaan dengan kelestarian lingkungan dan pengembangan komunitas, yang menjadi komitmen SIG dalam mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs).

“Inovasi lingkungan dan sosial yang telah dijalankan telah membawa SIG Pabrik Tuban meraih penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan atau PROPER Emas Tahun 2023 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)," tutup Vita Mahreyni.

Selain di Pabrik Tuban, SIG juga telah melakukan reklamasi di seluruh kawasan tambang yang dikelola oleh Perusahaan melaui anak usaha dan unit usahanya, meliputi PT Semen Gresik di Rembang, PT Semen Padang, PT Semen Tonasa, PT Semen Baturaja Tbk, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk di Narogong, Cilacap, Tuban, dan Lhoknga, PT Pendawa Lestari Perkasa di Pasuruan, serta PT Solusi Bangun Beton di Maloko. Secara keseluruhan, hingga tahun 2023 SIG telah mereklamasi lahan pascatambang seluas 488,44 hektare.