Pixel Codejatimnow.com

Demam Berdarah di Tulungagung Meningkat, 6 Meninggal Dunia

Editor : Zaki Zubaidi  Reporter : Bramanta Pamungkas
Petugas melakukan fogging di lokasi temuan kasus DBD. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Petugas melakukan fogging di lokasi temuan kasus DBD. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Angka kasus demam berdarah di Kabupaten Tulungagung terus mengalami peningkatan. Sejak Januari lalu, 6 pasien meninggal dunia. Dari jumlah tersebut 5 pasien diantaranya anak-anak.

Meskipun terjadi lonjakan namun Dinas Kesehatan setempat belum menetapkannya sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung, Desi Lusiana Wardani mengatakan, kasus DBD di Tulungagung mengalami peningkatan pada bulan ini. Padahal diprediksi puncak kasus DBD akan terjadi pada bulan depan.

"Februari lalu kasus DBD di Tulungagung tercatat ada 57 kasus. Dan mengalami kenaikan pada bulan ini," ujarnya, Selasa (26/3/2024).

Desi menjelaskan, pada 1 hingga 18 Maret lalu, Dinkes Tulungagung mencatat ada 123 kasus DBD. Hal ini menunjukan kasus DBD di Tulungagung meningkat dua kali lipat. Sejak bulan Januari lalu, terdapat 6 pasien yang meninggal dunia.

Baca juga:
DBD di Trenggalek Meningkat, Bulan Maret Capai 60 Kasus

"Sampai pertengahan Maret ini jumlah korban meninggal ada lima anak-anak dan satu orang dewasa," paparnya.

Kasus meninggalnya pasien DBD ini terjadi dalam kurun waktu yang berbeda. Dimana Januari terdapat dua pasien meninggal, Februari terdapat 3 pasien meninggal dan Maret 2024 ada satu korban meninggal.

Baca juga:
Kasus DBD Melonjak di Lamongan, 63 Anak Terjangkit

Meski kasus DBD di Tulungagung mencapai ratusan, Dinkes Tulungagung belum mengkategorkan sebagai kasus luar biasa.

"Untuk dikategorikan sebagai kasus luar biasa, maka lonjakan kasus harus meningkat tiga kali lipat dibanding temuan sebelumnya," pungkasnya.