Pixel Code jatimnow.com

Penyair NU Jatim Gelar Pesta Puisi Kemerdekaan di Surabaya

Editor : Ni'am Kurniawan   Reporter : Ali Masduki
"Pesta Puisi Kemerdekaan di Ujung Bulan" akan digelar pada Minggu (31/8/2025) di Aula KH Bisri Syansuri, PWNU Jawa Timur, Surabaya. (Foto/Lesbumi PWNU Jatim)
"Pesta Puisi Kemerdekaan di Ujung Bulan" akan digelar pada Minggu (31/8/2025) di Aula KH Bisri Syansuri, PWNU Jawa Timur, Surabaya. (Foto/Lesbumi PWNU Jatim)

jatimnow.com - Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PWNU Jawa Timur menggelar "Pesta Puisi Kemerdekaan di Ujung Bulan" pada Minggu (31/8/2025) di Aula KH Bisri Syansuri, PWNU Jawa Timur, Surabaya. Acara ini sekaligus menjadi ajang peluncuran buku puisi "Pengantin Bulan Domba" karya penyair Didik Wahyudi.

"Kami sengaja menggelar acara ini di akhir bulan untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan ke-80 RI. Bagi warga Nahdliyin, merayakan sesuatu bisa berlangsung sebulan penuh," ujar Ning Nabila Dewi Gayatri, Sekretaris Lesbumi PWNU Jatim, dalam keterangan persnya.

Acara ini dimeriahkan oleh sejumlah penyair ternama, baik dari tingkat nasional maupun Jawa Timur, seperti Mardi Luhung, Mashuri, Ribut Wijoto, Aji Ramdhan, Kiai Chalim Kohari, Muhammad Choiri, dan Haidar Hafiiz. Presiden Penyair Jawa Timur, Aming Aminoedhin, dan Widodo Basuki, serta A. Muttaqien juga turut hadir.

Bendahara Lesbumi PWNU Jatim sekaligus panitia kegiatan, Gus Wildan K. Amrullah, menambahkan bahwa pihaknya merancang acara ini untuk memeriahkan semangat kemerdekaan, namun tetap menghadirkan hikmah.

Para seniman Lesbumi NU dikenal aktif berkiprah dan berprestasi di berbagai bidang. Mardi Luhung, seorang guru dari Gresik, dikenal luas dalam dunia sastra Indonesia. Sementara Mashuri merupakan penyair nasional yang juga seorang peneliti di BRIN.

Baca juga:
LPBI NU Jatim Perkuat Jaringan Penanggulangan Bencana dengan Inovasi Zona Kerja

Mardi Luhung baru-baru ini tampil dalam acara di Museum Islam Indonesia KH. M. Hasyim Asy'ari, Tebuireng Jombang, yang juga dihadiri oleh KH Kikin Abdul Hakim Mahfudz, Ketua PWNU Jawa Timur.

"Saya memang tidak pernah nyantri di Tebuireng, tapi saya selalu rindu hadir di sana. Alhamdulillah, saya berkesempatan ziarah ke makam Hadlratussyaikh Muhammad Hasyim Asy'ari," kata Mardi Luhung.

Sebagai seorang Nahdliyin, Mardi Luhung mengingatkan agar warga NU masuk NU melalui pintunya, bukan lewat jendela.

Baca juga:
PWNU Jawa Timur Tak Wajibkan Warganya Pilih Jokowi-Ma’ruf Amin

"Dalam Qanun Asasi NU, Mbah Hasyim mengingatkan tentang pentingnya ilmu agama yang bersanad. Tanpa sanad, kita bisa masuk NU tapi lewat jendela," tuturnya.

Acara "Pesta Puisi Kemerdekaan di Ujung Bulan" ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi para seniman untuk berkumpul, berkreasi, dan merayakan semangat kemerdekaan Indonesia.