jatimnow.com – Tim Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Tulungagung bersama Dinas Kesehatan dan kepolisian mendatangi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Mutiara Rawa Selatan di Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu. Kedatangan mereka untuk melakukan pemeriksaan serta mengambil sampel makanan yang diduga menjadi penyebab ratusan siswa SMKN 3 Boyolangu mengalami diare.
Untuk sementara, operasional SPPG tersebut diminta dihentikan hingga hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan selesai dilakukan.
Sekretaris Satgas MBG Tulungagung, Sony Welly Ahmadi mengatakan, pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan adanya keluhan diare dari para pelajar usai mengonsumsi menu MBG.
“Kami sudah meninjau kondisi di SMKN 3 Boyolangu dan SPPG untuk mengetahui situasi di lapangan,” ujarnya, Selasa (20/1/2025).
Berdasarkan hasil koordinasi, tercatat 70 siswa tidak masuk sekolah pada hari ini. Selain itu, sebanyak 123 siswa mengeluhkan diare saat berada di lingkungan sekolah.
Dari hasil peninjauan, diketahui para siswa diduga mengalami gangguan pencernaan setelah mengonsumsi makanan MBG pada Senin (19/1/2026). Adapun menu yang disajikan saat itu meliputi nasi putih, ayam bakar, tahu kuning, sambal kecap, selada, dan semangka.
Baca juga:
Ratusan Siswa SMKN 3 Boyolangu Tulungagung Alami Diare Usai Komsumsi MBG
Sesuai prosedur operasional standar (SOP), setiap SPPG wajib menyisihkan sebagian makanan harian sebagai sampel. Petugas telah mengamankan sampel tersebut dan berencana mengirimkannya ke laboratorium di Surabaya untuk diuji lebih lanjut.
“Kami juga meminta Dinas Kesehatan Tulungagung untuk mengambil sampel sisa makanan di SPPG,” jelas Sony.
Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan telah menginstruksikan 32 puskesmas di Tulungagung agar bersiaga dan melaporkan secara berkala apabila ada siswa SMKN 3 Boyolangu yang membutuhkan perawatan.
Baca juga:
Dewan Pendidikan Lamongan Meminta Dana MBG Dialihkan Untuk Penanganan Banjir
Terkait status operasional SPPG, pihak Satgas masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.
“Sembari menunggu hasil laboratorium, SPPG untuk sementara waktu tidak memberikan pelayanan kepada penerima manfaat,” pungkasnya.