jatimnow.com
Sapi di Dua Dusun Tulungagung Mati Mendadak, Petugas Ambil Sampel

Petugas dinas peternakan Jatim ambil sampel dari sapi

jatimnow.com - Dinas Peternakan Provinsi Jatim menyelidiki kasus kematian sapi di Desa Nyawangan dan Picisan, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung.

Tim tersebut mendatangi kandang lokasi matinya sapi dan mengambil sejumlah sampel untuk diteliti lebih lanjut di laboratorium.

Baca juga:  Peternak Resah, 8 Ekor Sapi di Dua Dusun Tulungagung Mati Mendadak

Hotel Sahid Surabaya 2222 Best Wedding Dates

Kasi Pelayanan Kesehatan UPT Laboratorium Malang, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Novia Parasudi Manopo menjelaskan sampel yang diambil ini disesuaikan dengan sejumlah dugaan penyebab kematian sapi.

Petugas mengambil sampel sisa pakan untuk meneliti dugaan keracunan, sampel darah untuk dugaan antrax, dan sampel tanah untuk dugaan penyakit hewan menular strategis.

"Selain itu kami juga mengambil sampel feses dan air sebagai pelengkap," ujarnya, Kamis (5/12/2019).

Tim tersebut masih belum bisa memastikan penyebab kematian sapi yang menggegerkan warga ini.Mereka membutuhkan waktu minimal seminggu untuk meneliti sampel tersebut.

Meskipun rentang waktu antara kematian dan pengambilan sampel cukup jauh, namun tim optimis bisa menemukan penyebab kematian sapi.

"Untuk itu kami mengambil sampelnya dari beberapa sisi yang bisa diduga menjadi penyebab kematian," katanya.

Kapolsek Sendang, AKP Sugiharjo menjelaskan hingga saat ini mereka sudah menerima 9 kasus kematian sapi dari yang sebelumnya berjumlah 8 ekor.

Delapan kasus di Desa Nyawangan dan satu kasus di Desa Picisan. Polisi juga sudah meminta keterangan kepada pemilik sapi.

"Kita juga dibantu dari Unit Pidana Khusus satreskrim Polres Tulungagung untuk mengungkap kasus ini," jelasnya.

Loading...

Sebelumnya warga di Kecamatan Sendang digemparkan dengan kasus kematian sapi yang tidak wajar. Mereka menduga sapi tersebut sengaja diracun oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Kasus ini sudah berlangsung sejak sebulan lalu. Hingga saat ini warga melakukan penjagaan ketat di area desa dan sekitar kandang setiap malam.

Berita Terkait