Begal Payudara Dikabarkan Kembali Beraksi di Ponorogo

Editor: Narendra Bakrie / Reporter: Mita Kusuma

Kabar begal payudara yang diposting akun Instagram @ponorogo.update

jatimnow.com - Begal payudara dikabarkan kembali terjadi di Ponorogo. Kabar itu viral setelah akun Instagram @ponorogo.update memposting cerita tersebut.

Akun ini memposting foto tangkapan layar pesan WhatsApp (WA) salah satu netizen yang berisi kejadian pelecehan seksual di Jalan Dengok hingga Jetis, Ponorogo.

"Tak critani mas. Lagi lagi arah dengok-jetis bar kejadian pelecehan sesual neh. (Saya kasih cerita mas. Baru-baru ini arah Jalan Dengok sampai Jetis ada kejadian pelecehan seksual lagi)," isi foto tangkapan layar pesan WA salah satu netizen itu seperti dilihat jatimnow.com, Minggu (27/9/2020).

Pada postingannya itu, akun Instagram @ponorogo.update memberi caption: "Kanggo mbak mbak, sing ati ati. golek barengan nek mulih bengi. kanggo mas e sg ngremet, ojo di baleni. anak e wong kui, nek nggedek ne eram. (Buat mbak-mbak, yang hati-hati. Cari barengan kalau pulang malam. Untuk mas yang memeras, jangan diulangi. Anaknya orang itu, dibesarkan dengan susah payah)".

Hingga pukul 12.00 Wib, Minggu (27/9/2020), postingan akun disukai oleh 3.621 netizen dan mendapat 143 komentar.

Baca juga:  Viral Cerita Perempuan di Ponorogo Mengaku Jadi Korban Begal Payudara

"Umpamane macak wedok nggawe jilbab ngunu piye. nggawe daleman Wesi..dekne Ben zonk,, terus dicekel di ilikitik sampe semaput. (Seandainya berpura-pura memakai jilbab bagaimana? Memakai pakaian dalam dari besi. Biar zonk, terus ditangkap dan dibuat geli sampai pingsan)," tulis akun @haidaraprianto dalam kolom komentar.

"Suatu saat pelaku bila punya anak perempuan trus di lecehkan...Apa juga akan diam saja..? Hukum alam pasti akan terjadi hukum tabur tuai," tambah akun @ipa2324.

Sementara akun @rizka8245 berkomentar: "Lain kali dilawan wae mbak... dibengok i copet" ngno lo... ben dikiter wong akeh ben bonyok ben kapok.. lek gak diapali plat no motor barang kali ezt incerane pak police. Setuju min. (Lain kali dilawan saja mbak. Diteriaki copet gitu lo. Biar dikejar orang banyak biar kapok. Kalau tidal cater nomor polisinya. Barangkali jadi incaran polisi)".

Tepisah, Kapolsek Jetis, Iptu Edy Sucipta mengaku sudah mengetahui postingan akun Instagram tersebut. Namun dia menyebut bahwa belum ada laporan resmi dari korban hingga hari ini.

"Kami sarankan korban membuat laporan polisi, agar kami bisa ada dasar untuk memproses dan mengejar pelaku," jelasnya.

Meski korban belum melapor, Edy menyatakan bakal meningkatkan patroli wilayah, terutama di daerah yang rawan seperti disebutkan. Edy juga menyebut bahwa penerangan sepanjang Jalan Jetis memang tidak terlalu terang.

"Bagi kaum hawa, jika terpaksa pulang malam sebaiknya tidak sendiri. Kalau bisa temannya juga laki-laki. Tetap waspada dan hati-hati," tandasnya.

Loading...

jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter