Pixel Code jatimnow.com

Satu Santri di Sidoarjo Tewas Diduga Dianiaya, Puluhan Saksi Diperiksa

Editor : Arina Pramudita   Reporter : Achmad Supriyadi
Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro
Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro

jatimnow.com - Polresta Sidoarjo telah melakukan pemeriksaan kepada puluhan saksi yang mengetahui kejadian penganiayaan yang menyebabkan satu santri Manbaul Hikam, meninggal dunia dan empat lainnya terluka.

"Kita masih lakukan penyelidikan, dan kita periksa semua saksi-saksi. Sudah ada puluhan saksi yang kita periksa," kata Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, Sabtu (16/10/2021).

Baca juga: 

Kusumo menambahkan, pihaknya juga akan mengambil keterangan terhadap pengasuh Pondok Pesantren Manbaul Hikam yang berada di Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.

"Pengasuh pun nanti akan kita ambil keterangan terkait hal tersebut (kejadian penganiayaan)," ungkap Kusumo.

Baca juga:
Soal Santri Diikat dan Dibanting, Ponpes Lamongan: Motifnya Bercanda

Menurut mantan Wakapolresta Banyuwangi ini, saat ini belum ada penetapan tersangka terhadap terduga pelaku.

"Tersangka kita masih belum (tetapkan) karena kita masih melakukan pemeriksaan terhadap semuanya, kemudian akan kita gelarkan siapa yang menjadi tersangka," terangnya.

Menurut Kusumo, kondisi empat korban yang mengalami luka-luka karena penganiayaan itu mulai membaik.

Baca juga:
Santri di Lamongan Diikat Lalu Dibanting Sampai Pingsan

"Korban lain keadaannya mulai membaik. Karena pelakunya masih di bawah umur, kita tidak bisa merilis permasalahannya tersebut, tapi kejadian itu benar, korban meninggal itu benar adanya," pungkasnya.

Selain korban meninggal MZ, ada empat santri lain yang menjadi korban dari penganiayaan yang dilakukan oleh santri senior. Mereka yang mengalami luka yakni (FV), (NM), (KS) dan (KD).

Mencari Pemimpin Millenial untuk Surabaya
Jatim Memilih, Politik

Mencari Pemimpin Millenial untuk Surabaya

"Millenial perlu ruang, dan pengetahuan politik. Mereka butuh sosialisasi sehingga bisa memilih pemimpin yang tepat," ucap mantan Ketua PSI Surabaya, Erick Komala.