Pixel Code jatimnow.com

12 Jam Jalan-jalan di Kota Kediri: Sarapan Pecel Termahal hingga Wisata Sejarah

Editor : Arina Pramudita Reporter : Yanuar Dedy
Pecel Punten, kuliner unik di Kota Kediri yang wajib dicoba wisatawan. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Pecel Punten, kuliner unik di Kota Kediri yang wajib dicoba wisatawan. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

Kediri - Kota Kediri memiliki banyak destinasi wisata yang wajib dikunjungi. Seakan dimanjakan, wisatawan bisa belajar sejarah hingga berkuliner ria di daerah dengan julukan kota paling bahagia ini.

Tak punya banyak waktu untuk berkeliling di Kota Kediri? Tenang saja, berikut rekomendasi kuliner dan destinasi wisata yang bisa dikunjungi dalam 12 jam saat melancong di Bumi Panjalu.

1. Pecel Punten, termahal di dunia

Jika memulai perjalanan di Kediri pada pagi hari, menu sarapan legendaris seperti pecel termahal di dunia, yakni Pecel Punten, wajib menjadi yang pertama dinikmati. Harganya mulai Rp5 juta.

Tapi tenang, itu bukan harga sebenarnya. Jutaan hanya pengucapan si penjual untuk pengganti bilangan ribu. Sejatinya, kuliner satu ini cukup ramah di kantong.

Punten merupakan makanan yang diolah dari beras dan santan kental. Setelah masak, adonan punten ditumbuk hingga padat. Selanjutnya disajikan bersama sayuran dan kerupuk pasir dengan sambal pecel khas Kediri.

Menariknya, tempat makan di Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, timur Pabrik Gula Pesantren ini disebut paling berisik. Pelayannya saling bersahutan dengan menggunakan suara keras.

Mereka punya kalimat khas yang selalu diucapkan keras setiap pembeli selesai makan. “Mbenjeng mriki malih nggeh (Besok kesini lagi, yaa),” celetuk mereka.

2. Kediri Photograph Museum

Kota Kediri memiliki sejarah yang cukup panjang. Hal itu bisa diketahui secara singkat di Kediri Photograph Museum.

Lokasi museum fotografi ini sangat strategis, tepatnya di Jalan Kapten Tendean, Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri.

Museum pribadi milik Budayawan, Imam Mubarok ini menyimpan ratusan foto yang dipajang dalam pigura.

Ratusan foto dalam Kediri Photograph Museum memiliki kaitan erat dengan sejarah dan perkembangan Kota Kediri tempo dulu, mulai dari tahun 1850 sampai 1980.

Museum yang baru dibangun pada tahun 2010 menampilkan wajah Kediri sejak zaman penjajahan.

Kediri Photograph Museum buka pada hari Sabtu dan Minggu. Sabtu buka pukul 10.00-17.00 WIB, sedangkan Minggu buka pukul 09.00-17.00 WIB. Harga tiket hanya Rp50 ribu.

Pendapatan dari wisatawan yang berkunjung, digunakan untuk merawat koleksi yang ada dalam museum, sehingga bisa dinikmati dalam waktu lama.

3. Museum Airlangga

Jejak sejarah Kediri juga bisa dilihat di Museum Airlangga. Terletak satu komplek dengan Kawasan Wisata Goa Selomangleng Kediri. Lokasinya ada di Kelurahan Pojok Kecamatan Mojoroto.

Baca juga:
Tingkatkan Kenyamanan, Resto ini Bentuk Satgas Sertifikasi Halal

Museum ini menyimpan arca batu serta berbagai peninggalan dari zaman kejayaan Mataram Hindu.

Koleksi Museum Airlangga berasal dari penampungan benda cagar budaya di Alun-alun Kediri, yang jumlahnya mencapai 100 koleksi.

Jam buka objek wisata ini mulai pagi hingga petang. Cukup membayar Rp4 ribu untuk memasuki kawasan Museum Airlangga.

4. Hutan Joyoboyo

Puas melihat sejarah Kediri, destinasi selanjutnya yakni bersantai di Hutan Joyoboyo. Hutan tengah Kota Kediri ini berada tepat di depan Stadion Brawijaya Kediri.

Tak sekadar untuk bersantai, Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang memiliki luas 2,6 hektare ini punya banyak fasilitas bermain, dan berolahraga. Banyak juga spot foto yang menarik, untuk mengisi media sosial.

Sempat ditutup saat pandemi Covid-19, Hutan Joyoboyo Kota Kediri kembali dibuka. Tak perlu merogoh kocek alias gratis untuk menikmati kesejukan Hutan Joyoboyo.

5. Taman Brantas

Ada juga Taman Brantas di bawah Jembatan Brawijaya Kota Kediri. Di sini pengunjung bisa menikmati suasana taman yang sejuk di dekat Sungai Brantas.

Baca juga:
Menilik Sejarah Panjang Bakpao Kimyen yang Terkenal

Di sebelah jembatan baru tersebut, anda bisa melihat jembatan lama Brug Over den Brantas te Kediri. Jembatan besi tua terpanjang di Pulau Jawa yang menghubungkan Kecamatan Kota dan Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Usianya lebih dari 1 abad.

Taman Brantas cocok dinikmati saat sore. Sembari melihat matahari yang terbenam di balik Gunung Klotok Kediri.

6. Pusat Oleh-oleh Tahu Kuning

Puas menikmati Kediri, jangan lupa ke pusat oleh-oleh. Ada dua kawasan di Kota Kediri yang terkenal dengan Tahu Kuning nan gurih. Pertama, di Jalan Yos Sudarso dan Kampung Tahu di Tinalan Kota Kediri.

Yos Sudarso merupakan kawasan pecinan. Banyak toko tahu kuning berjajar di kawasan ini. Sementara di Tinalan merupakan sentra tahu dari pribumi.

Di Tinalan, jika beruntung bisa langsung menyaksikan proses pembuatan tahu.

Jika masih memiliki waktu, jalan-jalan dapat dilanjutkan dengan berkuliner malam. Selain pecel di Jalan Dhoho, ada pula opsi Nasi Goreng anglo atau arang yang sedap.

Gimana, tertarik menjelajah Kota Kediri?