jatimnow.com

Polisi 'Tangkap' Terduga Pembuang Bu Lurah ke Sungai di Banyuwangi

Reporter : Erwin Yohanes
Bu Lurah Sri Wilujeng usai keluar dari Mapolres Banyuwangi 🔍
Bu Lurah Sri Wilujeng usai keluar dari Mapolres Banyuwangi

jatimnow.com - Terduga pelaku yang membuang Bu Lurah di Banyuwangi ke sungai sudah 'ditangkap' ke Mapolres Banyuwangi, Rabu (1/8/2018) sekitar pukul 12.00 WIB.

Diwaktu yang nyaris bersamaan, korban yang diketahui bernama Wilujeng Esti Utami, Lurah Penataban, Kecamatan Giri, Banyuwangi nampak keluar dari halaman Mapolres Banyuwangi.

Salah satu terduga pelaku yang berinisial AS asal Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar lebih dulu diamankan polisi. Sedangkan salah seorang terduga pelaku lainnya berinisial SN alias J berada dalam pengawasan polisi.

Baca juga: Kaki dan Tangan Terikat, Bu Lurah di Banyuwangi Dibuang ke Sungai

Loading...

Kedua terduga pelaku, AS dan SN alias J belakangan di sebut-sebut oknum LSM dan wartawan di Banyuwangi.

Sementara sekitar pukul 12.25 WIB, korban Wilujeng Esti Utami saat keluar dari halaman Mapolres Banyuwangi didampingi oleh salah seorang yang mengaku dari Kelurahan Penataban.

"Tadi habis visum di RSUD (Blambangan) langsung kesini (Mapolres)," katanya sambil menuntun korban.

Baca juga: Bu Lurah di Banyuwangi Dibuang ke Sungai, Begini Kronologinya

Saat melintas menuju mobil pelaku, Wilujeng Esti Utami nampak memegangi bagian kepalanya dan enggan mengeluarkan sepatah kata pun.

Kapolsek Giri, AKP Jodana Gunadi mengatakan, kasus dugaan percobaan pembunuhan ini telah dilimpahkan ke Mapolres. Karena awal kejadiannya di wilayah Kecamatan Giri, tetapi lokasi dan tempat kejadian perkaranya berada di wilayah Polsek Bangorejo.

Baca juga: Bu Lurah Dibuang ke Sungai, Pelaku Catut Nama Ketua PCNU Banyuwangi

"Langsung ditangani Polres. Kronologisnya melibatkan banyak wilayah (Kecamatan)," tambah Kapolsek Giri, AKP Jodana Gunadi.

Sementara itu, Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman belum berkenan memberikan statement apapun terkait peristiwa ini.

Reporter: Hafiluddin Ahmad

Editor: Erwin Yohanes