jatimnow.com
Kilas Berita Hot: Gay Pemeras hingga Penyerangan Polisi

Barang bukti katapel

jatimnow.com - Polisi berhasil menangkap pelaku tindak pidana kasus pemerasan menggunakan video hubungan sesama jenis, jadi satu dari tiga berita kilas hot, Selasa (20/11/2018).

Simak kilas berita hot berikut.

 

Hotel Sahid Surabaya 2222 Best Wedding Dates

1. Tersangka Gay Pemeras ini Pasang Tarif Hingga Rp 20 Juta Sekali Kencan

Tersangka saat berada di Mapolda JatimTersangka saat berada di Mapolda Jatim

Tersangka saat berada di Mapolda Jatim

Dalam kurun 2x24 jam, polisi berhasil menangkap pelaku tindak pidana kasus pemerasan menggunakan video hubungan sesama jenis.

Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Ahmad Yusep mengatakan, selain memeras korban dengan ancaman tersebut. Pria ini juga bergabung dalam sebuah grup media sosial yang didalamnya menawarkan jasa layanan seksual antar sesama jenis dan lawan jenis.

Supriyadi (29), memberikan layanan jasa tersebut sejak 2012. Ia menggunakan media sosial atau media elektronik untuk menawarkan jasanya tersebut.

Selengkapnya

Baca Juga:

2. Penyerang Polisi di Lamongan Dipecat dari Polri, Mengapa?

Bripka AA luka dibagian mata kanannyaBripka AA luka dibagian mata kanannya

Bripka AA luka dibagian mata kanannya

ER, salah satu pelaku penyerangan pos polisi dan anggota di Lamongan adalah pecatan anggota Polri.

"Yang jelas yang bersangkutan pecatan polisi," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera saat dihubungi jatimnow.com, Selasa (20/11/2018).

Dari informasi yang dihimpun, ER terakhir berdinas di Polres Sidoarjo dengan pangkat terakhir Briptu. ER dipecat karena melakukan penembakan hingga menewaskan Riyadhus Solihin, guru ngaji di depan GOR Delta Sidoarjo, pada Jumat 28 Oktober 2011 silam.

Selengkapnya

 

3. Bawaslu Didesak Usut Pembacokan saat Pemasangan APK Caleg di Surabaya

Pengamat Politik Unesa, Agus Machfud FauziPengamat Politik Unesa, Agus Machfud Fauzi

Pengamat Politik Unesa, Agus Machfud Fauzi

Loading...

Dalam satu bulan terakhir, beberapa titik jalan di Kota Surabaya diwarnai baliho maupun spanduk yang bergambar sejumlah calon legislatif (caleg). Sejumlah persoalan juga muncul atas pemasangan alat peraga kampanye (APK) itu.

Terbaru, satu orang yang memasang APK caleg dibacok oleh beberapa orang di daerah Dukuh Bulak Banteng, Kenjeran, Surabaya. Kasus itu akhirnya dilaporkan ke polisi dan hingga kini motif pembacokan belum diketahui. Sebab para pelakunya belum tertangkap.

Menanggapi munculnya kasus atas pemasangan APK salah satu caleg di Surabaya itu, pengamat politik dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Agus Machfud Fauzi membeberkan sejumlah latar belakang terjadinya kasus pada pemasangan APK.

Selengkapnya

 

Baca Edisi Kilas Berita Hot lainya di sini.

Berita Terkait